Oil Spill (Migas)

PENANGGULANGAN TUMPAHAN MINYAK dalam bahasa indonesianya adalah Tata cara keadaan darurat ini berlaku untuk penanggulangan tumpahan minyak di wilayah operasi perusahaan dan anggota, di mana seluruh karyawan berkewajiban untuk turut serta dalam pelaksanaannya. Operasi penanggulangan ini dilaksanakan dengan mengerahkan karyawan yang telah dilatih untuk itu dan dipimpin oleh seorang koordinator operasi penanggulangan.
oil spill
Adapun Tujuan Rencana dan Tindakan dari Penanggulangan Tumpahan Minyak adalah Mengkoordinasikan suatu sistem komunikasi yang terpadu untuk menjamin kelancaran operasi penanggulangan. Tujuan yang lain mengambil tindakan yang tepat, cepat dan terpadu untuk mengatasi keadaan darurat dan menggariskan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan terperinci kepada tiap-tiap petugas dan pejabat yang terlibat dalam operasi penanggulangan. Karena sedini mungkin mencegah, melokalisasi dan menormalkan tumpahan minyak yang terjadi untuk menekan sekecil mungkin dampak negatif yang timbul.

Klasifikasi Tumpahan Minyak
Rencana tindakan penanggulangan tumpahan minyak adalah disesuaikan dengan klasifikasi tumpahan yang terjadi, dimana kriteria dari masing-masing klasifikasi adalah sesuai dengan jumlah volume tumpahan dan kapasitas/jenis peralatan yang digunakan untuk penanggulangannya. Adapun batasan/kriteria dari masing-masing klasifikasi tumpahan minyak yang sesuai dengan cakupan pekerjaan PT. Survindotama Persada adalah sebagai berikut:

A. Tumpahan Minyak Kecil
Adalah tumpahan minyak yang volumenya kurang dari 1 (satu) barrel, atau tumpahan minyak yang untuk melokalisasikannya memerlukan tidak lebih dari 75 (tujuh puluh lima) meter Oil Boom.

B. Tumpahan Minyak Besar
Adalah tumpahan minyak yang volumenya antara 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) barrel atau tumpahan minyak yang untuk melokalisasikannya memerlukan lebih dari 75 (tujuh puluh lima) meter Oil Boom..

Regu Penanggulangan Tumpahan Minyak
Regu penanggulangan tumpahan minyak terdiri dari beberapa macam yang masing-masing team dibedakan dari segi kemampuan dan fungsinya. Pembagian regu tersebut adalah sebagai berikut:
1. Regu Penanggulangan Setempat
Adalah regu penanggulangan yang dibentuk untuk mengatasi tumpahan minyak kecil yang terjadi di lingkungan wilayah operasi perusahaan, di mana anggota regunya terdiri dari para petugas setempat dan operasi penanggulangannya dipimpin serta dikoordinasikan oleh pengawas wilayah setempat.
2. Regu Operasi Penanggulangan
Adalah merupakan regu inti penanggulangan tumpahan minyak PT. Survindotama Persada yang dibentuk untuk mengatasi tumpahan minyak besar, dimana anggotanya terdiri dari karyawan, Departemen HSE beserta karyawan lainnya dari anggota. Teknik dan strategi pengoperasian regu dipimpin oleh Manager Safety, sedangkan pelaksanaan operasi penanggulangan secara umum dikoordinasikan oleh Site Manager.
3. Regu Penunjang Operasi Penanggulangan
Adalah regu yang dibentuk untuk membantu kelancaran operasi penanggulangan dengan menyediakan sarana penunjang yang antara lain:
• Penyediaan alat transportasi, komunikasi, dan peralatan lain yang diperlukan,
• Tenaga media mekanik beserta peralatannya,
• Petugas keamanan,
• Konsumsi (bilamana dianggap perlu).

Tata Cara dan Rencana Penanggulangan
Laporan Kejadian Tumpahan Minyak
1. Setiap karyawan yang melihat atau menerima laporan tentang terjadinya tumpahan minyak, berkewajiban untuk segera melaporkannya kepada pengawas wilayah setempat atau ke Departemen HSE atau kepada pengawas yang berwenang lainnya.
2. Pelapor agar memberi informasi secara singkat dan jelas tentang:
• Identitas Pelapor (nama, bagian),
• Tempat kejadian,
• Sumber tumpahan,
• Perkiraan volume tumpahan,
• Kondisi daerah yang tertumpah,
• Cuaca.

Pengumpulan Data dan Laporan Lengkap

Pengawas wilayah setelah menerima laporan tentang terjadinya tumpahan minyak tersebut agar segera mengambil tindakan sebagai berikut:
1. Menuju ke tempat kejadian sambil memerintahkan untuk:
a. Mengirimkan laporan pendahuluan kepada Site Manager dan Departemen HSE,
b. Memberi perintah siaga kepada regu penanggulangan setempat.
2. Mengumpulkan data selengkapnya tentang kejadian tumpahan minyak yang antara lain:
a. Sumber tumpahan,
b. Lokasi tumpahan,
c. Jenis bahan yang tertumpah,
d. Volume tumpahan,
e. Luas, arah dan kecepatan penyebabaran,
f. Data tentang situasi dan kondisi setempat.
3. Menentukan klasifikasi tumpahan minyak.
4. Mengirimkan laporan lengkap ke Site Manager dan Departemen HSE.
samet-island-oil-spill
Tindakan Pencegahan Pendahuluan
Setelah melaksanakan pengumpulan data dan laporan lengkap, pengawas wilayah setempat segera melaksanakan tindakan sebagai berikut:
1. Mengamankan daerah sekitar tumpahan terhadap sumber api dan meminta bantuan Keamanan (Security) untuk menutup daerah tersebut dari lalu lintas umum dan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,
2. Membantu korban yang mungkin ada,
3. Menghentikan, memperbaiki dan mengisolir sumber tumpahan minyak.

Rencana Penanggulangan berdasarkan Klasifikasi Tumpahan
1 Tumpahan Minyak Kecil
Pengawas wilayah setempat selaku koordinator operasi penanggulangan tumpahan minyak “ kecil ” segera mengambil tindakan sebagai berikut:
a. Memimpin pengoperasian regu penanggulangan setempat,
b. Segera melapor kepada Site Manager dan Departemen HSE apabila tumpahan minyak tersebut sudah dapat dikuasai,
c. Segera meminta bantuan kepada Site Manager dan bagian Departemen HSE yang apabila karena sesuatu hal diperkirakan regu penanggulangan setempat tidak mampu untuk mengatasi tumpahan yang terjadi.2 Tumpahan Minyak Besar
Site Manager selaku koordinator operasi penanggulangan tumpahan minyak “besar“ segera mengambil alih tugas-tugas pengawas wilayah setempat dan melakukan tindakan sebagai berikut:
a. Segera menuju ke tempat kejadian sambil memerintahkan untuk:
• Mengirim laporan tentang adanya tumpahan minyak besar kepada Project Manager.
• Memberi informasi siaga kepada regu penunjang yang mungkin akan diperlukan bantuan dan sarananya di dalam operasi penanggulangan.
b. Setelah tiba di tempat kejadian, Site Manager segera mengambil tindakan sebagai berikut:
• Membentuk Pos Komando Pengendalian,
• Mengatasi sumber tumpahan apabila belum berhasil diatasi oleh regu penanggulangan setempat,
• Mengadakan koordinasi dengan Kepala Team Operasi Pengendalian dalam pelaksanaan operasi lapangan,
• Mempersiapkan sarana penunjang yang diperlukan didalam operasi penanggulangan.
Departemen HSE atau pejabatnya setelah mendapat laporan tentang adanya tumpahan minyak “besar“ segera:
• Memerintahkan kepada Safety Officer atau pejabatnya untuk memimpin regu operasi penanggulangan,
• Menyiagakan regu bantuan penanggulangan dan peralatan tambahan,
• Mengadakan monitoring untuk mengikuti perkembangan pelaksanaan operasi lapangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s