Job Safety Analysis

Setiap tempat kerja dan kegiatan yang terkait mengandung bahaya yang bila tidak diamati dari awal dapat menimbulkan kecelakaan.
Setiap tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan yang mempergunakan peralatan kerja, mesin dll meliputi pekerjaan pemeliharaan, pekerjaan mekanik wajib dilindungi terhadap kecelakaan yang terkait dengan kegiatan
Oleh karena itu pekerja perlu dipandu dengan suatu prosedur. Analisa Kerja Keselamatan yaitu sebagai prosedur dasar untuk memantapkan keselamatan untuk melaksanakan pekerjaan. Terdiri dari metode tertulis yang dirancang untuk meninjau metode kerja, mengidentifikasi bahaya dan menyarankan prosedur keselamatan dalam suatu format tata kerja yang disebut Job Safety Analysis (JSA)
Prosedur ini menyediakan semua petunjuk keselamatan kerja bagi Pengawas yang menugaskan pekerjaan kepada pekerja dan harus mengambil pertimbangan semua aspek kesepakatan atas pekerjaan yang mengandung bahaya yang harus dilakukan.

Maksud dari Job Safety Analysis ini adalah untuk dijadikan pedoman bagi manajemen, pengawas pekerjaan untuk menjadi pertimbangan melakukan kegiatan proyek.

Ruang lingkup Prosedur ini berlaku untuk semua kegiatan kerja yang berisiko terhadap terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja sebagai upaya untuk mengkaji ulang terhadap prosedur kerja, dan bahaya-bahaya yang tidak ada agar setiap pekerjaan yang berbahaya dan berisiko terhadap kecelakaan dapat dikembangan dalam suatu prosedur kerja aman (Safe Job Procedur).
JSA3

Tata cara Analisa Kerja Keselamatan (Job Safety Analysis = JSA)

Tahap Analisa
Akan ada beberapa pekerjaan yang diperlukan untuk analisa keselamatan kerja awal karena adanya potensi bahaya/resiko yang terlibat. Berdasarkan fungsi beberapa pekerjaan rutin dan berkelanjutan, bahaya/resiko dari pelaksanaan dari fungsi yang muncul secara berkelanjutan. Oleh karena itu, seseorang yang melakukan tugas ini mempunyai tingkat risiko terhadap adanya bahaya/resiko.

Ada lima langkah dasar yang terlibat dalam pembuatan analisa kerja keselamatan :
* Menyeleksi tugas
* Membagi tugas dalam beberapa tahap
* Mengidentifikasi potensi bahaya dan memperkirakan resikonya
* Mengurangi / menghilangkan resiko pada awalnya, bila memungkinkan.
* Menyarankan prosedur yang aman untuk menanggulangi resiko yang terjadi.

Tugas-tugas ini harus diseleksi dan dipelajari dari potensi bahaya yang mendasar
atau tingkat insiden yang tinggi. Bahaya / resiko seharusnya diidentifikasi dan dibatasi atau dikurangi. Hal ini akan mengurangi biaya kecelakaan dan meningkatkan efisiensi.

Pada saat memimpin analisa tugas keselamatan, pekerja yang melaksanakan pekerjaan harus diminta untuk membantu. Mereka harus diberitahu tentang analisa dan ditunjukan analisa keselamatan kerja yang lengkap. Pekerja harus melaksanakan tugas setahap demi setahap, pada saat Pengawas mendaftar setiap tahap dalam urutan yang benar. Setiap tahap harus menyatakan apa yang dilakukan, bukan bagaimana cara melakukannya. Berilah nomor setiap tahap secara berurutan dibawah judul “Rangkaian dari Tahapan Dasar Kerja”.

Penyusunan Format JSA
Dalam penyusunan format JSA pada setiap job kegiatan kerja mengacu pada Format Job Safety Analysis (JSA) sebagaimana terlampir pada gambar ini.
jsa1
Berdasarkan analisa dari 1. diatas maka disusun secara urut seperti diuraikan dalam kolom format sebagai berikut :

jsa

JSA tersebut perlu direview
Bila prosedur kerja ditetapkan, maka harus ditinjau secara periodik untuk menentukan prosedur tersebut adalah yang terbaru. Peninjauan tersebut berdasarkan pada prosedur yang telah ada, dengan maksud untuk mengembangkan cara yang lebih baik atau lebih aman untuk melaksanakan pekerjaan Ada perobahan pada proses kerja antara lain :
• Sewaktu ada perobahan tata ruang atau lay out pabrik, gedung penempatan mesin, perlalatan dan kegiatan kerja.
• Karena adanya bahaya baru sewaktu diadakan kegiatan
• Adanya bahaya akibat perubahan proses kerja/peralatan/mesin
• Penggantian personil.

Tanggung jawab Pengawas

Semua pekerjaan dan tugas-tugas dapat dianalisa untuk risiko / bahaya. Analisa kerja yang tepat akan menunjukan apa tindakan keselamatan yang harus dilaksanakan. Ofeh karena itu Instruksi pada J.S.A yang tersedia merupakan tindakan keselamatan yang diperlukan.

Manajemen proyek harus memastikan bahwa superintendent lapangan dan Pengawas memasukan JSA sebagai bagian dalam tanggung jawab harian mereka. Pengawas harus memberikan instruksi mengenai J.S.A kepada pekerja sebelum mereka melaksanakan pekerjaan. Memberikan J.S.A adalah suatu kewajiban.Setiap Pengawas atau foreman yang membuat dirinya sendiri bersalah karena mengabaikan J.S.A yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan adalah melakukan pelanggaran yang paling serius dalam Standard Pencegahan Kecelakaan.

One thought on “Job Safety Analysis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s