Kota Santri Martapura

Minggu 3 November aku berkunjung ketempat sahabat saya yaitu mas Majid kepala staff PMI Banjarmasin. Tak bisa dibayangakan naik bus super ekonomis dengan tarif 130.000 dengan waktu tempuh +/- 15 jam dijalan yang super lubang2 dari kota Balikpapan. Waktu itu aku gak langsung mampir ke Banjarmasin karena ada urusan di kampus Univ Lambung Mangkurat di Banjarbaru. Setelah survey tempat dan ketemu kampusnya di dekat Simpang Empat Banjarbaru aku baru nyari penginepan, di hotel batas kota aku singgah. Setelah beristirahat sejenak aku baru berfikir nyari oleh2 di martapura, akirnya sore harinya aku keliling kota. Nggak tau arah dan tujuan aku pun naik angkot didepan Hotel dengan tujuan arah yang baik berarti Arah kanan…. Kira-kira 15 menit didalam angkot baru aku melihat disebelah kanan bangunan2 arsitek Islam berdiri dengan megah dengan beberapa menara yang menjulang ke langit.

martapura

Allahu Akbar besar sekali kekuasaanmu itulah kata hatiku. Menikmati suasana sambil makan “Penthol” di pojok alun-alun kota martapura serasa berada di negara-negara Arab. Di Kalimantan Selatan Martapura ibu kota kabupaten Banjar yang memiliki ciri khas dan karakteristik dengan identitasnya adalah kentalnya nuansa keagamaan dan maraknya syiar dakwah keislaman yang ditunjukkan dengan kehadiran para alim ulama dan aulia. Dengan karakteristik tersebut kota ini menjadi ikon center pendidikan Islam di wilayah Kalimantan. Santri-santri lembaga pendidikan di kota ini, menyebar ke berbagai kawasan di Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur, bahkan di pulau Jawa. Para santri inilah yang melaksanakan dakwah dan pembinaan umat. Pusat pendidikan yang amat dikenal dari sisi pendidikan Islam ini adalah Pondok Pesantren Darussalam. Lembaga inilah yang telah mematok pancang dan berkiprah dalam sejarahnya, hingga sebutan Serambi Mekah dan kota santri untuk kota ini jadi pantas dilekatkan. Sebagai kota berjuluk Serambi Mekkah dan Kota Santri, peran ulama sangat menentukan dalam sendi-sendi kehidupan sosial kemasyarakatan. Saat ini terdapat tiga peraturan daerah yang menggambarkan hubungan baik antara pemerintah dan ulama dalam mewujudkan masyarakat yang agamis, yaitu Perda Ramadhan, Perda Jum’at Khusyuk dan Perda Khatam Al-Qur’an. Eksistensi ulama setidaknya diperkuat dengan banyaknya tempat peribadatan, majelis ta’lim, pengajian, madrasah, pesantren dan ribuan santri atau jamaah. (berdasar sumber depag setempat)

martapura2

Akirnya akupun menelusuri pasar sore hari dan membeli beberapa oleh2 khas martapura yang aku bawa ke balikpapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s